Pelajar tampan berkulit putih bermata sipit ini bernama Djuan Arundya Daaviq. Panggilan akrabnya yakni Arun. Di masa pandemi ini, Arun bisa menggunakan aplikasi Capcut,alight motion dan soloop cut. Selain itu, ternya dia juga pernah menghasilkan karyanya dan termuat di antologi puisi bersama SPENDUBA "Kutitip Rindu di Sajakku". Yuk gaes...kepoin puisinya di bawah ini ya!
PAGI HARI DI PANTAI
Kala
mentari muncuk di ufuk timur
Sinarnya
menembus pasir-pasir yg halus
Ku
lihat kabut-kabut lembut
Menyelimuti
suasana riuh kala itu
Burung-burung bernyanyi ria
Angin bertiup kesana kemari
Dinginnya menembus kulit
Ombak
berkejar-kejaran
Menerpa
karang di tepi laut
Nelayan
pun menepikan perahunnya
Untuk
menghitung tangkapan yang di dapat semalam
Alangkah indahnya kala itu...
Suasana pagi hari di pantai
GURUKU
Guruku....
Jasa-jasamu
sungguh besar
Memberikan
segudang ilmu
Bagi
generasi bangsa-bangsamu.
Meski nafasmu terengah-engah
Jalanmu terlatih-latih
Dan hanya sepeda tuamu yang
menemani
Namun engkau tetap berbagi
ilmu
Ilmu bagi anak-anakmu
Meski bukan anak kandungmu.
Guruku....
Cinta
mu begitu beaar
Seperti
layaknya orang tua kami
Dan
terus menemani kami
Sampai
jenjang yang lebih tinggi.
Guruku...
Terimakaih karna ilmumu
Kami tidak lagi berpikiran
Kerdil
Kami menyayangimu
Sebesar engkau menyayangi
Kami
Djuan
Arundya Daaviq, lahir di Batulicin 01 November 2006. Alamat di Desa Suka
Maju, Tanah Bumbu.
Diah NN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar