Ardiansyah ternyata punya kelebihan di bakat seni. Awalnya dia tak percaya dengan bakat yang dimiliki. Seluruh dewan guru selalu memotivasi dan mendukung bakat anak ini. Proses tak akan mengkhianati hasil. Anak ke-6 dari delapan bersaudara ini perdana meraih juara 2 Lomba Cipta Baca Puisi. Kegiatan bergengsi ini yakni FLS2N yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2017,
BERTASBIH DALAM TENUN
Jemari
tali sutraku
Serasa
indah di mataku
Tapi
tidak di matamu
Rajut
dalam ayunku
Selalu
terarah bagimu
Tetapi
Tak
pernah sampai kepadamu
Ikatan
tenun songketmu
Selalu
menjerat dalam ragaku
Beraneka
motif tenun kau tampilkan
Tapi
mengapa ?
Tak
satu pun bisa ku pelajari
Tapi
ku tak berputus asa
Ku
kan tetap menysir mengatur benang
Menjadi
lebih baik
Tapi
kau maha pemurah dan
Selalu
mengayunkan
Benang
– benang tenunku yang mulia
Panaran
laksana mu
Kini
selalu membimbingku
Dalam
kesenangan
Maupun
kepahitan
Kini
ku sadari itu caramu
Yang
selalu merajut tenun hidupku
Yang
kusadari dalam kegelapan
Hingga
sekarang mengalun indah di mata
Sekarangku
kan selalu bertasbih
Memperbaiki
tenun kecilku
Menjadi
lebih baik
Sekarang
kukan tunjukkan
Rajutan
tenun jiwaku yang sederhana
ABDI DALAM FANA
Kentap
kemilau
Tercampak
di langit
Merana
tanpa suara
Genggam
dalam cakar
Hancur
di bawa awan
Gugur
berhamburan
Batang
demi batang ujung demi ujung
Kebosanan
tiada hentinya
Ku
tercabik bercermin rasa
Menista
hati tanpa asa
Dulu
tawa bertabir dengan tinta
Hingga
sakit mendalam di jiwa
Siapa
engkau ?
Dengan
sinar mulia
Bersembelur
cahaya suci
Menyelimuti
dirimu
Dimana
engkau ?
Tak
bertempat
Tiada
jasat
Aku
hamba jenuh rindu mati rasa
Mati
diri hidup raga
Menjadi
kata kehendak mu
Sekarang
kukan fana
Dalam
ke abadian
Ardiansyah,
biasa di panggil Dian. Tinggal saya di Desa Maju Bersama Anak ke 6 dari 8
bersaudara.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar