Berharap Plagiat Ardiansyah terlahir di SPENDUBA!


 


                                                 

        Ardiansyah ternyata punya kelebihan di bakat seni. Awalnya dia tak percaya dengan bakat yang dimiliki. Seluruh dewan guru selalu memotivasi dan mendukung bakat anak ini. Proses tak akan mengkhianati hasil. Anak ke-6 dari delapan bersaudara ini perdana meraih juara 2 Lomba Cipta Baca Puisi. Kegiatan bergengsi ini yakni FLS2N yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2017,



 Di bawah ini puisi yang diciptakan oleh Ardiansyah!

BERTASBIH DALAM TENUN 

Jemari tali sutraku

Serasa indah di mataku

Tapi tidak di matamu

 

Rajut dalam ayunku

Selalu terarah bagimu

Tetapi

Tak pernah sampai kepadamu

 

Ikatan tenun songketmu

Selalu menjerat dalam ragaku

Beraneka motif tenun kau tampilkan

Tapi mengapa ?

Tak satu pun bisa ku pelajari

 

Tapi ku tak berputus asa

Ku kan tetap menysir mengatur benang

Menjadi lebih baik

 

Tapi kau maha pemurah dan

Selalu mengayunkan

Benang – benang tenunku yang mulia

 

Panaran laksana mu

Kini selalu membimbingku

Dalam kesenangan

Maupun kepahitan

 

Kini ku sadari itu caramu

Yang selalu merajut tenun hidupku

Yang kusadari dalam kegelapan

Hingga sekarang mengalun indah di mata

 

Sekarangku kan selalu bertasbih

Memperbaiki tenun kecilku

Menjadi lebih baik

Sekarang kukan tunjukkan

Rajutan tenun jiwaku yang sederhana

 


ABDI DALAM FANA

 

Kentap kemilau

Tercampak di langit

Merana tanpa suara

 

Genggam dalam cakar

Hancur di bawa awan

Gugur berhamburan

 

Batang demi batang ujung demi ujung

Kebosanan tiada hentinya

 

Ku tercabik bercermin rasa

Menista hati tanpa asa

Dulu tawa bertabir dengan tinta

Hingga sakit mendalam di jiwa

 

Siapa engkau ?

Dengan sinar mulia

Bersembelur cahaya suci

Menyelimuti dirimu

 

Dimana engkau ?

Tak bertempat

Tiada jasat

 

Aku hamba jenuh rindu mati rasa

Mati diri hidup raga

Menjadi kata kehendak mu

 

 

Sekarang kukan fana

Dalam ke abadian

 

 

 

Ardiansyah, biasa di panggil Dian. Tinggal saya di Desa Maju Bersama Anak ke 6 dari 8 bersaudara.

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar